Senin, 03 Oktober 2011

KANKER SERVIKS

Kanker serviks adalah penyakit kanker yang terjadi pada daerah leher rahim. Yaitu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim. Letaknya antara rahim (uterus) dengan liang senggama wanita (vagina).

info kesehatan kita

kanker serviks disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus). Virus ini memiliki lebih dari 100 tipe, di mana sebagian besar di antaranya tidak berbahaya dan akan lenyap dengan sendirinya. Jenis virus HPV yang menyebabkan kanker serviks dan paling fatal.Akibatnya adalah virus HPV tipe 16 dan 18. Selain disebabkan oleh virus HPV, sel-sel abnormal pada leher rahim juga bisa tumbuh akibat paparan radiasi atau pencemaran bahan kimia yang terjadi dalam jangka waktu cukup lama.

Penularan virus HPV bisa terjadi melalui hubungan seksual, terutama yang dilakukan dengan berganti-ganti pasangan. Penularan virus ini dapat terjadi baik dengan cara transmisi melalui organ genital ke organ genital, oral ke genital, maupun secara manual ke genital.

Karenanya, penggunaan kondom saat melakukan hubungan intim tidak terlalu berpengaruh mencegah penularan virus HPV. Sebab, tak hanya menular melalui cairan, virus ini bisa berpindah melalui sentuhan kulit.

Gejala kanker serviks tingkat lanjut :
  • munculnya rasa sakit dan perdarahan saat berhubungan intim (contact bleeding).
  • keputihan yang berlebihan dan tidak normal.
  • perdarahan di luar siklus menstruasi.
  • penurunan berat badan drastis.
  • Apabila kanker sudah menyebar ke panggul, maka pasien akan menderita keluhan nyeri punggung
  • juga hambatan dalam berkemih, serta pembesaran ginjal.

Masa preinvasif (pertumbuhan sel-sel abnormal sebelum menjadi keganasan) penyakit ini terbilang cukup lama, sehingga penderita yang berhasil mendeteksinya sejak dini dapat melakukan berbagai langkah untuk mengatasinya.






Infeksi menetap akan menyebabkan pertumbuhan sel abnormal yang akhirnya dapat mengarah pada perkembangan kanker. Perkembangan ini memakan waktu antara 5-20 tahun, mulai dari tahap infeksi, lesi pra-kanker hingga positif menjadi kanker serviks.

Perempuan yang rawan mengidap kanker serviks adalah mereka yang berusia antara 35-50 tahun, terutama Anda yang telah aktif secara seksual sebelum usia 16 tahun. Hubungan seksual pada usia terlalu dini bisa meningkatkan risiko terserang kanker leher rahim sebesar 2 kali dibandingkan perempuan yang melakukan hubungan seksual setelah usia 20 tahun.

Kanker leher rahim juga berkaitan dengan jumlah lawan seksual. Semakin banyak lawan seksual yang Anda miliki, maka kian meningkat pula risiko terjadinya kanker leher rahim. Sama seperti jumlah lawan seksual, jumlah kehamilan yang pernah dialami juga meningkatkan risiko terjadinya kanker leher rahim.

Anda yang terinfeksi virus HIV dan yang dinyatakan memiliki hasil uji pap smear abnormal, serta para penderita gizi buruk, juga berisiko terinfeksi virus HPV. Pada Anda yang melakukan diet ketat, rendahnya konsumsi vitamin A, C, dan E setiap hari bisa menyebabkan berkurangnya tingkat kekebalan pada tubuh, sehingga Anda mudah terinfeksi.

peluang usaha

Bagaimana cara mendeteksinya?

Pap smear adalah metode pemeriksaan standar untuk mendeteksi kanker Serviks atau kanker leher rahim. Namun, pap smear bukanlah satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk mendeteksi penyakit ini. Ada pula jenis pemeriksaan dengan menggunakan asam asetat (cuka).

Menggunakan asam asetat cuka adalah yang relatif lebih mudah dan lebih murah dilakukan. Jika menginginkan hasil yang lebih akurat, kini ada teknik pemeriksaan terbaru untuk deteksi dini kanker leher rahim, yang dinamakan teknologi Hybrid Capture II System (HCII).

upaya pencegahannya yaitu dengan cara :
  • tidak berhubungan intim dengan pasangan yang berganti-ganti
  • rajin melakukan pap smear setiap dua tahun sekali bagi yang sudah aktif secara seksual
  • dan melakukan vaksinasi HPV bagi yang belum pernah melakukan kontak secara seksual
  • dan tentunya memelihara kesehatan tubuh

Berhubung tidak mengeluhkan gejala apa pun, penderita kanker serviks biasanya datang ke rumah sakit ketika penyakitnya sudah mencapai stadium 3. Masalahnya, kanker serviks yang sudah mencapai stadium 2 sampai stadium 4 telah mengakibatkan kerusakan pada organ-organ tubuh, seperti kandung kemih, ginjal, dan lainnya.

Karenanya, operasi pengangkatan rahim saja tidak cukup membuat penderita sembuh seperti sedia kala. Selain operasi, penderita masih harus mendapatkan erapi tambahan, seperti radiasi dan kemoterapi. Langkah tersebut sekalipun tidak dapat menjamin 100% penderita mengalami kesembuhan.

Pilih mana? mencegah dengan vaksinasi atau anda memilih pengangkatan rahim, radiasi dan kemoteraphy yang masih juga belum ada jaminan sembuh? Lebih baik mencegah daripada mengobati bukan?

Artikel Terkait : GOLDEN TISSUE


Rekomendasi Post

12 Responses to “KANKER SERVIKS”

  • bangnes dot com says:
    7 Oktober 2011 21.12

    mas mw nanya dong.. :)

    kalo perempuan kena kanker serviks masih bisa diajak berh*bungan bad*n gak ya mas?
    trus kalo masih berhubung*n b*dan resikonya apa?


    Thx bgt mas atas pencerahannya. Salam Blogger

  • admin_ikk says:
    7 Oktober 2011 23.23

    @bangnesdotcom : sekarang begini, misalkan saja, orang sakit atau yang sedang dalam kesakitan, apakah mau melakukan hal tersebut. dan apakah merasa nyaman dengan keadaannya. APakah pasangannya juga tega untuk memaksakan kehendak? bayangkan saja.

    untuk pertanyaan selanjutnya silahkan konsultasi ke pelayanan kesehatan terdekat... trims. salam blogger...

  • bangnes dot com says:
    8 Oktober 2011 00.50

    Iya juga ya mas. hehe


    thx ya mas dah di kasih pencerahan. (,")

  • Crystal-X says:
    28 April 2012 01.03

    perempuan memang harus rajin ngecek kesehatan tubuhnya krn 'piranti'nya emang banyak...

  • obat herbal jantung koroner says:
    21 Juni 2012 08.08

    mesti rajin ngecek anunya kali ganz,klo krasa ganjal mesti buru2 berkonsultasi ke dokter...

  • obat herbal kanker darah says:
    21 Juni 2012 08.10

    semoga info ini bermanfaat untuk semua perempuan ia ganz.,,..

  • Daftar Haji ONH Plus Itu Mudah says:
    19 September 2012 02.23

    yap benar bgt lebih baik kita mencegah drpd haru mengobati dan yang tak ada jaminannya..

  • ahli kanker serviks says:
    29 Januari 2013 17.26

    ternyata banyak resiko dan banyak penyakit yang diderita oleh perempuan.. makanya sayangilah wanita khususnya istri kita.. karena penyakit pada diri perempuan berhubungan erat dengan perasaan dan psikiologis perempuan tersebut.
    makasih artikelnya gan...thankss

  • Fitrah says:
    21 April 2014 00.49

    Jadi inget, dulu teman saya pernah kena keputihan, tapi karena waktu itu dia merasa tidak parah dan pengobatan yang dia lakukan seadannya saja, sampai akhirnya terseteksi kena kanker serviks, mengerikan.
    Ini bisa dijadikan pembelajaran kepada wanita agar lebih care lagi dengan organ feminin

  • Ujang Hidayat says:
    23 Juni 2014 00.12

    Duh kalau ngomongin penyakit kayanya gimana gitu, apa lagi kalau posisi kita sedang sehat, serasa kita bakal sehat terus, mudah muddahan kita semua diberikan kesehatan, dan bagi yanglagi sakit mudah mudahan di beri ketabahan, dan cepat sembuh amiin.

  • renova reza says:
    5 Januari 2016 21.50

    semoga kita dijauhkan dengan penyakit kanker serviks ini,,

  • rangga says:
    9 Oktober 2017 00.11

    kanker adalah salah satu penyakit yang berbahaya..harus selalu waspada dan harus menerapkan gaya hidpu sehat

Posting Komentar

Terima kasih telah memberi komentar pada blog ini, komentar anda akan kami moderasi dahulu sebelum ditampilkan. Salam Blogger! Follow me @kesehatan_kita